Tren Bubble Tea dan Waspada Bahayanya bagi Kesehatan

Infopalapa – Tren Bubble Tea dan Waspada Bahayanya bagi Kesehatan. Bubble Tea kembali jadi perbincangan. Seorang dokter membedah organ yang isinya mirip boba. BandarQ

Bubble tea adalah minuman teh yang dicampur dengan susu dan kemudian ditambahkan dengan pearl atau boba. Boba dalam bubble tea terbuat dari tapioka. Domino99

BACA JUGA : Penyakit Flu Tulang, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya di Rumah

Tren Bubble Tea dan Waspada Bahayanya bagi Kesehatan

Mengonsumsi bubble tea kini seperti kopi, sudah menjadi tren dari gaya hidup masyarakat ibu kota. Selain dikenal akan rasanya, efek negatif dari bubble tea juga disoroti.

Sebuah broadcast mengenai boba kembali viral di media sosial. Di video tersebut, seorang dokter memamerkan salah satu organ dalam seperti kantong.

Ketika organ tersebut di bedah, keluarlah butiran-butiran hitam yang diyakini sebagai boba. Namun tentu jangan langsung percaya. Karena butiran-butiran mirip boba itu bisa saja kristal batu empedu.

Karena boba sebenarnya terbuat dari tapioka yang juga sulit dicerna dalam perut. Tetapi, pencernaan terjadi tidak hanya secara kimiawi di perut, tetapi dimulai dari mulut secara mekanis.

Berat Badan Naik

Resep bubble tea yang banyak digunakan adalah gula. Rasanya yang manis membuat bubble tea bisa membuat berat badan naik.

Rata-rata secangkir bubble tea mengandung 20 sendok teh gula. Untuk orang dewasa yang sehat normal, disarankan untuk mengambil tak lebih dari 8 sendok teh gula sehari.

Berisiko Diabetes

Mengonsumsi minuman manis secara rutin memang bisa jadi salah satu faktor pemicu diabetes. Dr Tan mengatakan minum bubble tea tidak akan menyebabkan diabetes secara langsung.

Jika ingin minum bubble tea, ahli gizi Kong menyarankan untuk meminta lebih sedikit gula dan tidak sering mengonsumsi.

Kalori Kosong

Makanan atau minuman yang minim zat gizi disebut mengandung kalori kosong. Jika dilihat dari komposisi bubble tea, yang lebih banyak digunakan ialah gula.

Tidak Cocok untuk Anak dan Lansia

Bubble tea tidak cocok dikonsumsi anak-anak atau lansia. Karena bubble tea mengandung pewarna dan zat tambahan makanan tertentu. Ini dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif.

sistem pencernaan mereka lebih lambat dan kurang aktif, sehingga zat tambahan makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Bola-bola tapioka alias boba ini sulit dicerna.

Kong juga menambahkan, segelas bubble tea mengandung tiga kali lebih banyak gula daripada sekaleng minuman ringan.

Munculnya tren dan kegilaan para pecinta bubble tea ini disebabkan karena minuman ini Instagramable. Meskipun harga yang ditawarkan cukup mahal.

Dari beberapa waspada bahaya bubble tea, tentunya kamu bisa lebih pintar memilih minuman yang sehat bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *