Transisi Demografi dan Gaya Hidup Yang Tidak Sehat

Infopalapa – Transisi Demografi dan Gaya Hidup Yang Tidak Sehat ! Transisi Demografi dan Gaya Hidup Yang Tidak Sehat. Saat ini transisi demografi mulai memasuki transisi kelima. BandarQ

Transisi demografi dimulai dari angka fertilitas dan mortalitas tinggi, dilanjutkan menurunnya tingkat mortalitasTetapi, Domino99

BACA JUGA : Indonesia Contohlah Untuk Kesehatan Di Singapura dan Penang

Transisi Demografi dan Gaya Hidup

berangsur – angsur tingkat kelahiran semakin jatuh kemudian meningkatnya angka kematian membalikkan keadaan. Angka kematian lebih tinggi di bandingkan angka kelahiran, inilah yang disebut dengan transisi demografi ke -5.Domino99

meningkatnya angka kematian di era ini disebabkan oleh penyakit yang tidak menular. penyakit jenis ini timbul akibat gaya hidup modern yang tidak sehat seperti malas bergerak dan berolahraga, merokok, serta pola makan yang buruk.

WHO menyebutkan penyakit jantung dan stroke merupakan penyakit yang membunuh hingga 15,2 juta jiwa pada 2016. Penyakit ini pun bertahan hingga 15 tahun sebagai penyebab kematian terbanyak bagi penduduk di dunia.

Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang malas bergerak. Secara subjektif kita dapat perhatikan, orang – orang pergi ke warung yang tidak ada 200 meter saja kadang naik kendaraan bermotor. mereka cenderung untuk berjalan kaki. bergerak saja malas, apalagi berolahraga.

BPS mencatat hanya tiga dari sepuluh orang di Indonesia yang aktif meluangkan waktu berolahraga per minggunya. Itu artinya, selama 2018 hanya berkisar 30-an persen yang aktif berolahraga.

BACA JUGA : Bebaskan Biaya Untuk Perawatan Bayi, Ojol Bawa Lari Jenazah

Transisi Demografi

Pola aktivitas negatif lain penyumbang penyakit degeneratif adalah merokok. rokok ikut sumbang resiko penyakit jantung koroner,

pernapasan, kanker, stroke serta segala penyakit lain. BPS juga mencatat konsumsi rokok di indonesia berkategori tinggi.

Ditambah, rokok memiliki efek langsung dan tak langsung perokok aktif dalam satu keluarga akan mengurangi kualitas udara dan kesehatan pernapasan bagi para perokok pasif seperti balita dan anak-anak.

perokok pasif memiliki resiko terkena pernyakit pernapasan dibandingkan para perokok aktif bila terpapar asap rokok dalam jangka waktu yang lama.

sedangkan efek tak langsung pada kesehatan terlihat pada total pengeluaran konsumsi rumah tangga di indonesia terbanyak kedua untuk membeli rokok ( setelah beras ).

Pola ini selalu tercatat dua kali di tiap tahunnya pada hasil survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) BPS.

terakhir penyakit degeneratif disebabkan oleh pola makan masyarakat yang salah. Lalu konsumsi serat buah dan sayur orang indonesia termasuk rendah,

menurut FAO tubuh yang sehat merupakan tubuh yang mengonsumsi sayur dan buah setidaknya 73 kg per tahun.

Sebagai tambahan informasi, penyakit degeneratif seperti jantung, stroke, dan kanker merupakan tiga penyakit yang paling banyak memakan biaya kesehatan dari BPJS kesehatan,

yakni mencapai 12,3 triliun, mayoritas pembiyaan kesehatan BPJS bukanlah penyakit dari bakteri berbahaya maupun virus mematikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *