Perundungan Berakar dari Sistem Pendidikan Berbasis Kekerasan

Perundungan Berakar dari Sistem Pendidikan Berbasis Kekerasan

Infopalapa –  Sistem Pendidikan Berbasis Kekerasan. Perundungaan terhadap anak sekolah semakin memprihatinkan dunia pendidikan. Yang telah lama terjadi di dunia pendidikan Indonesia. BandarQ

Pengamat pendidikan Budi Trikorayanto menyebut, salah satu faktor pendorong budaya perundungaan adalah sistem pendidikan yang berbasis kekerasan untuk mendidik siswa. Domino99

Kalau menurut saya terkait dengan sistem pendidikannya ya yang agak sedikit mengutamakan kekerasan juga. Misalnya sekolah yang bagus sekolah yang disiplin, kalau telat dihukum.

BACA JUGA : Warga Mamuju Tengah Kuliti Buaya Raksasa

Perundungan Berakar dari Sistem Pendidikan

sistem seperti itu tidak mengedepankan kasih sayang dalam semangat pembelajarannya. Hal inilah yang menurut dia menjadikan budaya perundungaan yang sarat akan kekerasan bisa tumbuh.

jadi saya kira mulai sistem pendidikannya. Kita ini mulai dari sistem pabrik ya dengan standar, dengan seragam. Budi menegaskan bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi masing-masing, namun sistem menyamaratakan mereka.

Lebih jauh, kata Budi, banyak pula lembaga pendidikan kedinasan di Indonesia yang justru mengendepankan budaya kekerasan dengan pretensi untuk menggembleng mental murid.

Anak yang mengalami kekerasan bukan tahan terhadap kekerasan, tapi menjadi pelaku dari kekerasan itu sendiri. Anak itu mencontoh ya. Kalau anak dengan kasih sayang akan menghadapi kekerasan dengan kasih sayang.

Budi juga menilai maraknya fenomena perundungaan ini disebabkan karena hukuman terhadap pelaku tidak tegas. Kita terlalu permisif karena alasan itu anak-anak, anak sekolah.

Ia berharap supaya semua pihak yang terlibat bisa memberikan ketegasan terhadap pelaku perundungaan atau bullying. Mengingat korban perundungaan tidak bisa disebut hanya sedikit.

beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan tiga siswa laki-laki melakukan perundungaan kepada seorang siswi. Siswi berkerudung tersebut bahkan ditendang dan dipukul oleh ketiga pelaku.

Diketahui peristiwa tersebut terjadi di salah satu SMP swasta di Purworejo, Jawa Tengah. Polisi telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

CA lalu justru melaporkan aksi pemalakan tersebut kepada guru. Aksinya itu membuat ketiga tersangka berang hingga melakukan perundungan ke korban. Karena tidak dikasih dilaporkan, tiga pelaku marah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *