Perempuan Ini Berisiko Lebih Aneurisma

INFOPALAPA – Perempuan Ini Berisiko Lebih Aneurisma ! Aneurisma dianggap sebagai ‘silent killer‘. Perempuan lebih berisiko terkena kondisi pelebaran pembuluh darah ini dibandingkan pria. Bandar Online Terpercaya.

Aneurisma merupakan kondisi kelainan dan pada pembuluh darah. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah melebar karena struktur dinding pembuluh yang lemah. Prediksi Bola

Meski belum diketahui pasti apa yang menyebabkan aneurisma, namun beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko kemunculan. Termasuk di antaranya faktor jenis kelamin. Prediksi Togel

BACA JUGA5 Penyakit Dengan Mimisan Waspadai

Perempuan Ini Berisiko

Hormon estrogen menjadi faktor yang menyebabkan aneurisma lebih banyak menyerang perempuan. “Pada perempuan, hormon estrogen berfungsi untuk melindungi dinding pembuluh darah,” kata dokter spesialis bedah saraf, Mardjono Tjahjadi dalam temu media di RS Pondok Indah di Jakarta Selatan, Selasa (24/9). AduQ

Semakin tua usia seorang perempuan, semakin rendah kadar hormon estrogen yang dimiliki. Penurunan kadar hormon estrogen membuat perlindungan pada pembuluh darah berkurang.

Selain jenis kelamin, usia juga turut memengaruhi kemunculan aneurisma. Risiko aneurisma juga semakin tinggi pada orang dengan kebiasaan merokok, riwayat hipertensi, dan konsumsi alkohol berlebih. BandarQ

Aneurisma diketahui dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah dan itu sangat beresiko tinggi. Dokter spesialis saraf, Rubiana Nurhayati mengatakan, risiko stroke hingga kematian mengintai jika pembuluh darah terlanjur pecah.

BACA JUGA : Efek Sampai Makan nanas Yang Konsumsi Dengan Tepat

Aneurisma bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun. Beberapa aneurisma yang berakibat fatal di antaranya pada otak, aorta, dan abdomen. BandarPoker

Aneurisma pada aorta merupakan yang paling fatal dan paling menyeramkan. Aorta merupakan pembuluh darah arteri terbesar dari dada menuju perut. Pembuluh aorta yang pecah berisiko tinggi terhadap kematian.

Rubi menekankan pentingnya deteksi dini. “Yuk, skrining, skrining, skrining,” ujar Rubi.

Untuk mencegahnya, Anda disarankan untuk melakukan skrining dengan metode penunjang seperti CT scan kepala, MRI otak, MRA otak, CT scan angiografi kepala, DSA, dan pungsi lumbal.

Perempuan Ini Berisiko Lebih Aneurisma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *