Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda

Infopalapa – Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda. Pria berkewarganegaraan Malaysia yang juga Ia berpulang pada usia 40 tahun, lantaran serangan jantung. BandarQ

Rekan-rekan sesama selebritas dibuat terkejut karena usia aktor film dan sinetron ini tergolong muda. Penyakit jantung memang kerap disebut sebagai silent killer, sebab bisa menyerang siapa hingga mengakibatkan kematian. Domino99

Beberapa dekade lalu, penyakit ini memang lebih banyak dilatari faktor usia. Yakni pada pria sekitar di atas 50 tahun sementara perempuan pada usia di atas 65 tahun.

BACA JUGA : 4 Dampak Buruk Telur Puyuh bagi Kesehatan

Tapi studi terbaru menunjukkan orang-orang yang masih muda justru rentan pula terserang jantung. Mereka berusia antara 20 hingga 40 tahun.

Lantas bagaimana mencegah serangan jantung pada usia muda?

gagasan yang mengemuka adalah bagaimana mencegah serangan jantung kedua atau susulan setelah terjadi serangan jantung pertama.

Kini pencegahan utama dilakukan dengan lebih memperhatikan gaya hidup, mulai dari makan makanan bergizi.

Anda juga disarankan konsisten menjaga pola hidup sehat dan berhati-hati memilih jenis makanan. Beberapa jenis makanan yang berkontribusi mengakibatkan diabetes misalnya makanan cepat saji.

Untuk mencegah diri agar terhindar dari serangan jantung, ada baiknya Anda juga mengetahui sejumlah perilaku yang memicu penyakit tersebut.

Beberapa yang patut diwaspadai adalah obesitas, pola makan yang buruk dan kurang olahraga, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, dan riwayat kesehatan keluarga.

Pedoman kesehatan merekomendasikan orang berusia 20 hingga 39 tahun tanpa risiko penyakit bawaan, juga perlu melakukan penilaian kesehatan jantung dan pembuluh darah secara berkala.

Inti utamanya, adalah pencegahan. Penting untuk memahami faktor risiko serangan jantung, entah itu dari tekanan darah, lingkar pinggang atau pertanda lain.

Apapun yang bisa kita lakukan sejak dini, semakin baik. Kita perlu membiasakan diri, dan anak-anak kita, terutama soal obesitas. Kita harus waspada dengan faktor risiko serangan jantung mengingat.

Dia menambahkan, kini tak cukup banyak anak muda yang sadar dan justru tak menganggap serius faktor risiko tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *