Kenali Tanda Serang Jantung Sering Terjadi Saat Di Pagi Hari

INFOPALAPA – Kenali Tanda Serang Jantung Sering Terjadi Saat Di Pagi Hari ! Ada banyak faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung, seperti riwayat keluarga,  kolesterol atau trigliserida tinggi, usia, merokok, tekanan darah tinggi dan juga kurang aktivitas fisik. PALAPAQQ

Namun ritme sirkadian tubuh atau jam biologis tubuh juga memiliki peran, dan membuat kita rentan terkena serangan jantung pada jam-jam tertentu. Disebutkan oleh Dr Adolfo Bellosillo, kepala Makati Medical Center’s Cardiac Rehabilitation and Preventive Cardiology Unit, risiko kita terkena serangan jantung cenderung lebih tinggi pada waktu bangun pagi, yakni jam 6 pagi hingga jam 12 siang. Bandar Judi TERKAYA

Kenali Tanda Serang Jantung

“Serangan jantung dan semua kegawatdaruratan kardiovaskular termasuk kematian mendadak akibat penyakit jantung dan stroke, banyak terjadi di pagi hari, terutama tepat saat bangun tidur,” tuturnya, dikutip dari Business Inquiries. Bandar TOGEL

Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali gejalanya, walau memang serangan jantung memang sulit dideteksi, namun ada tanda khas yang bisa dikenali pada pasien. Bila tanda ini muncul, pasien sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan. LIVE DRAW HK

“Tanda yang khas ini misal rasa sakit di dada seperti diremas, ditimpa, atau ditekan. Rasa sakit ini kadang menjalar hingga lengan kiri sehingga muncul sensasi kebas, punggung dan rahang terasa kaku, dan keringat yang sampai membasahi tubuh pasien. Namun tidak semua serangan jantung merasakan tanda khas ini,” kata dokter ahli jantung dr Vito A Damay, SpJP (K), MKes, FIHA, FICA, beberapa waktu lalu.

Menurut dr Vito, tanda lain yang kerap dirasakan pasien seranan jantung adalah sesak napas dan sakit pada ulu hati. Tentunya tidak semua sakit dada mengindikasikan serangan jantung.

Sakit dada pada serangan jantung punya sifat yang khas. Sensasi ini masih dirasakan meski pasien merubah posisi atau gerakannya. Sensasi sakit yang hilang dengan merubah kedudukan, mungkin diakibatkan masalah pada otot bukan serangan jantung.

Terlepas dari penyebabnya, dr Vito menyarankan mereka yang mengalami tanda tersebut segera ke dokter. Pemeriksaan tambahan, misal Elektrokardiogram (EKG) dan penanganan secepatnya bisa mengantisipasi risiko paling buruk pada pasien.

Untuk mencegah terjadi serangan jantung salah satunya dengan menambah aktivitas fisik, salah satunya dengan olahraga. Bagi kamu yang hobi olahraga gowes, yuk berpartisipasi dalam Jakarta Heart Bike 2019 agar jantung sehat dan kuat! Klik di sini untuk mendaftar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *