Kasus Wahyu Setiawan Kembalikan Uang Suap Ke KPK

Kasus Wahyu Setiawan Kembalikan Uang Suap Ke KPK

Infopalapa – Pengacara mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Tony Akbar Hasibuan mengatakan kliennya telah menyerahkan bukti setoran pengembalian uang sebesar 15 ribu dolar. BandarQ

Singapura kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tony mengungkapkan, kliennya sebenarnya telah menolak uang tersebut saat diberikan oleh tersangka Agustiani Tio Fridelina. Domino99

Baca Juga : Polisi Masih Binggung Dengan Jenis Kelamin Lucinta Luna

Mas WS Menyerahkan bukti setoran pengembalian uang yang diterima 17 Desember ( 2019 ) Itu 15 ribu dolar Singapura dikonversi menjadi Rp154 juta,” kata Tony di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/2).

Tony menyatakan, uang yang dikembalikan kliennya tersebut sama seperti yang sempat dirilis oleh KPK perihal barang bukti saat pengumuman para tersangka dalam kasus suap pengurusan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 pada Kamis (9/1) lalu.

Kasus Wahyu Setiawan Kembalikan Uang

Tersangka
Dalam kasus Ini , Wahyu Setiawan Diduga Meminta RP 900 Juta Kepada Harun Masiku Demi Menlancarkan jalannya ke Parlemen Dalam Mekanisme pergantian antara waktu ( PAW ) .

Penelusuran KPK, duit tersebut telah diserahkan berkala kepada WS lewat tangan Agustiani, mantan anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan WS.

Namun, uang tersebut belum 100 persen diberikan oleh Harun Masiku. Menurut data KPK, Agustinus Tio baru menerima dua kali sumber dana yakni pada pertengahan Desember 2019 sebesar Rp 200 juta dan Rp 450 juta pada akhir Desember 2019.

Namun demikian KPK masih menelisik sumber duit total Rp 650 juta yang diterima Agustinus milik Harun semua atau ada penyandang dana lainnya.

Baca Juga :Siapa Pemilik Mobil Mewah Dan Termahal Di Dunia ini ?

KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan , KPK Juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut, Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, Mantan Caleg PDIP harun Masiku, Dan Saeful Pihak Swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *