Hiperseks Pengaruhi Kesehatan dan Kehidupan

Infopalapa – Hiperseks Pengaruhi Kesehatan dan Kehidupan. Gairah seks yang sangat kuat ternyata bisa menjadi tanda bahwa kita mengalami hiperseksualitas. BandarQ

Kondisi ini membuat penderitanya memiliki fantasi seksual yang berlebihan serta dorongan atau perilaku seks yang sulit dikendalikan. Domino99

hal ini akan membuat penderita tertekan dan berdampak buruk pada kesehatan, pekerjaan dan hubungan kita.

BACA JUGA :  Vietnam Sebut Ada 2 Orang Terinfeksi Virus Corona

Hiperseks Pengaruhi Kesehatan dan Kehidupan

berikut gejala yang kerap dialami penderita hiperseksual:

memiliki fantasi, dorongan, dan perilaku seksual yang berulang dan intens sehingga menghabiskan banyak waktu dan seolah-olah itu di luar kendali.

merasa terdorong untuk melakukan perilaku seksual tertentu, merasakan pelepasan ketegangan sesudahnya, tetapi juga merasa bersalah atau menyesal.

gagal mengurangi atau mengendalikan fantasi, dorongan, atau perilaku seksual. menggunakan perilaku seksual kompulsif sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau stres.

terus terlibat dalam perilaku seksual yang memiliki konsekuensi serius, seperti potensi untuk mendapatkan atau memberi orang lain infeksi menular seksual.

Ketidakseimbangan kimiawi dalam otak

Beberapa zat kimiawi otak atau neurotransmitter, seperti serotonin, dopamine dan norepinefrin, berfungsi mengatur suasana hati.

Perubahan pada jalur-jalur di otak

Hiperseks adalah suatu bentuk kecanduan yang lama-kelamaan bisa mengubah sirkuit saraf di otak, terutama pada area otak yang mengatur penguatan dan kenikmatan.

Kondisi medis yang berpengaruh pada otak

Beberapa penyakit tertentu bisa merusak bagian otak yang terkait dengan perilaku seksual, misalnya epilepsi dan demensia.

Obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan untuk penyakit tertentu juga bisa menimbulkan efek perilaku seksual kompulsif.

Akses konten seksual dan pornografi

Mudahnya akses terhadap konten seksual dan pornografi pun dikatakan turut meningkatkan risiko terjadinya gangguan hiperseks.

Kondisi hiperseksualitas yang tidak ditangani akan membuat penderitanya mengalami hal-hal berikut:

Berjuang dengan perasaan bersalah, malu, dan rendah diri Depresi, stres, dan kecemasan yang ekstrem Merusak hubungan Memiliki banyak utang akibat pembelian pornografi dan layanan seksual Memiliki koneksi dengan HIV, hepatitis, atau infeksi menular seksual lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *