Foto Pembakaran Al Qur’an di Xinjiang

Infopalapa – Foto Pembakaran Al Qur’an di Xinjiang. Persekusi muslim suku Uighur di Xinjiang oleh pemerintah China tengah menjadi sorotan dunia internasional. BandarQ

Seiring dengan pembahasan itu, muncul foto-foto viral di media sosial tentang pembakaran Al Qur’an di Xinjiang. Domino99

BACA JUGA : Sungai di Sidoarjo Mengeluarkan Busa

Foto Pembakaran Al Qur’an di Xinjiang

Ternyata cuma satu foto yang benar dari Xinjiang, namun ini memicu salah paham. Pengecekan fakta ini dilakukan AFP Indonesia dan AFP Hong Kong.

Tiga foto dibagikan ribuan kali di Facebook, disertai klaim bahwa Al Qur;an telah dibakar di Xinjiang.

Hanya satu dari foto-foto ini yang diambil dari Xinjiang selama pemusnahan barang-barang sitaan keagamaan ilegal tahun 2014.

Dua foto lainnya sebenarnya menunjukkan tumpukan Al Qur’an-Al Qur’an rusak oleh Kedutaan Arab Saudi di Maroko tahun 2016, demikian tulis kantor berita asal Prancis ini.

Foto-foto ini beredar sejak 10 Januari 2020 kemarin. Postingan ini telah dibagikan lebih dari 9.200 kali. Foto pertama menunjukkan sejumlah pria berdiri di sekeliling tumpukan pelbagai barang.

Foto kedua dan ketiga menunjukkan cetakan Al Qur’an berada di atas tanah. Gambar yang memicu kesalahpahaman tersebut.

Unggahan itu dilengkapi dengan keterangan berbahasa Indonesia dan Arab ini diakhiri dengan pesan, Bagikan dan sebarkan kejahatan komunis Tiongkok terhadap Muslim.

Kelompok hak asasi manusia dan ahli mengatakan lebih dari sejuta orang Uighur dan minoritas muslim lain telah ditahan di kamp konstentrasi di provinsi bagian barat laut China itu.

media yang berbasis di Washington Amerika Serikat (AS), melaporkan pada September 2017, otoritas China telah meminta keluarga muslim menyerahkan barang-barang keagamaan.

Foto-foto ini telah beredar di Facebook pada 2018 dan dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini, dibagikan lebih dari 450 kali dengan klaim serupa.

Foto yang sama juga dibagikan di Facebook, di sini dan di sini bersamaan dengan klaim serupa dalam bahasa Melayu Malaysia. Unggahan itu telah dibagikan 5.500 kali.

Foto-foto itu telah dibagikan dalam konteks yang menyesatkan. Cuma satu dari tiga foto ini yang diambil asli dari Xinjiang selama masa penghancuran barang-barang keagamaan ‘ilegal’ pada 2014.

Dua lainnya menunjukkan sejumlah Al Qur’an yang memang sudah rusakdi Kedutaan Arab Saudi di Maroko, tahun 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *